Pembuatan Arang Aktif dari Biji Buah Jambu Biji (Psidium guajava. L) utk Adsorpsi Ion Logam Cd (II)

Tugas Akhir / Skripsi Kimia
Disusun oleh: Rentya S. Primoni
Program Sarjana Universitas Airlangga
Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Telah dilakukan penelitian biji buah jambu biji sebagai adsorben logam kadmium (Cd). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dapatkah biji buah jambu biji digunakan sebagai adsorben logam berat Cd (II) dan berapa konsentrasi logam Cd (II) yang dapat teradsorpsi oleh biji buah jambu biji. Penelitian ini meliputi penentuan waktu kontak optimum, pH optimum, konsentrasi ion logam Cd (II) dan kapasitas adsorpsi biji buah jambu biji terhadap logam berat Cd (II). Dilakukan pengaktifan dengan Na2CO3 1 %, 2 % dan 3 % yang digunakan untuk menentukan luas permukaan yang paling besar. Dan didapatkan luas permukaan yang paling besar yaitu arang yang diaktifkan dengan Na2CO3 1% yaitu 18,59035 m2/ gr. Larutan hasil interaksi antara ion logam Cd (II) dengan arang aktif biji buah jambu biji diidentifikasi dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adsorpsi optimum terjadi pada waktu kontak 30 menit, pH 4, dan konsentrasi optimum 40 ppm dan kapasitas adsorpsi sebesar 1,8892 mg/gr.
Read more

Pengaruh Reverse Demulsifier thd Kualitas Air Injeksi utk Mengatasi Emulsion Blocks pada Proses Waterflooding

Tugas Akhir / Skripsi Kimia
Disusun oleh: Heidy O. Purnamawati
Program Sarjana Universitas Airlangga
Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Penelitian ini bertujuan menentukan kualitas air injeksi D – GS dan R – GS serta kedua air injeksi dapat memenuhi persyaratan sebagai fluida pendesak untuk keperluan proses waterflood dengan menambahkan reverse demulsifier pada kedua air injeksi sehingga konsentrasi oil content dapat sesuai dengan standar MIGAS (25 mg/L). Dalam penelitian ini, digunakan dua sampel air injeksi dan empat sampel air formasi, yaitu air injeksi D - GS terhadap air formasi FW - D1 dan FW - D2 serta air injeksi R - GS terhadap air formasi FW - R1 dan FW - R2. Air injeksi dari lapangan Y direaksikan dengan reverse demulsifier sesuai dengan konsentrasi optimum di lapangan yaitu sebesar 15 mg/L. Bedasarkan hasil uji laboratorium, air injeksi D - GS dan R - GS memiliki konsentrasi TSS 55,00 mg/L dan nilai RPI 84,64 untuk air injeksi D - GS dan konsentrasi TSS 70,00 mg/L dan nilai RPI 103,11. Untuk menanggulangi konsentrasi TSS dan nilai RPI yang tinggi digunakan tiga jenis reverse demulsifier (Rev - S, Rev A - 68, dan Rev A - 78) dengan variasi konsentrasi 10 mg/L, 15 mg/L, dan  20 mg/L larutan yang mengandung reverse demulsifier. Untuk mengetahui efektivitas reverse demulsifier, maka dilakukan pengukuran konsentrasi TSS dan nilai RPI setelah penambahan reverse demulsifier. Air injeksi D - GS yang mengandung 10 mg/L larutan Rev - S dapat menurunkan konsentrasi TSS dari 55,00 mg/L menjadi 8,12 mg/L dan menurunkan konsentrasi oil content dari 37,21 mg/l menjadi     5,49 mg/L. Sedangkan air injeksi R - GS yang mengandung 10 mg/L larutan    Rev – A68 dapat menurunkan konsentrasi TSS dari 70,00 mg/L menjadi 8,47 mg/L dan menurunkan konsentrasi oil content dari 40,32 mg/L menjadi 5,98 mg/L. Penurunan oil content dapat dibuktikan dengan spektrofotometri infamerah (IR) secara kualitatif dan kuantitatif. Spektrum IR menunjukkan adanya gugus hidrokarbon yang menunjukkan bilangan gelombang yakni pada 2925 cm-1 untuk gugus CH2 dan 2960 cm-1 pada gugus CH3.
Read more

Pembuatan Arang Aktif dari Biji Kapuk (Ceiba pentandra L) Sbg Adsorben Zat Warna Rhodamin B

Tugas Akhir / Skripsi Kimia
Disusun oleh: Wahyu D. Widhianti
Program Sarjana Universitas Airlangga
Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Zat warna telah digunakan secara luas, umumnya pada tekstil, kertas, plastik, dan banyak industri lain untuk memberi warna hasil produksi. Dalam air limbah yang dihasilkan industri-industri tersebut terdapat bahan-bahan yang dapat menyebabkan keracunan dan berbahaya. Berbagai metode seperti koagulasi, penukar ion, dan ozonasi telah digunakan untuk menghilangkan zat warna dari air limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luas permukaan arang aktif yang dibuat dari biji kapuk yang digunakan sebagai adsorben zat warna Rhodamin B dan mengetahui kapasitas adsorpsinya. Pada penelitian ini dilakukan pengaktifan dengan H3PO4 85 % terhadap arang dari biji kapuk untuk meningkatkan penyerapan terhadap zat warna Rhodamin B. Penelitian ini meliputi penentuan waktu kontak optimum, konsentrasi Rhodamin B optimum, massa arang aktif optimum, penentuan pH optimum dan kapasitas adsorpsi arang aktif biji kapuk terhadap zat warna Rhodamin B. Larutan hasil interaksi antara Rhodamin B dengan arang aktif dari biji kapuk diidentifikasi dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Shimadzu 1700. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas permukaan arang aktif biji kapuk sebesar 58,2856 m²/gram dengan adsorpsi optimum terjadi pada waktu kontak 30 menit, berat arang aktif 0,9999 gram, pH larutan 5, konsentrasi awal larutan Rhodamin B 400 ppm, dan kapasitas adsorpsi arang aktif dari biji kapuk terhadap Rhodamin B sebesar 15,4292 mg Rhodamin B/g arang aktif.
Read more

Studi proses sakorifikasi dan produksi bieyani fermentasi hidrolisat llikuifikasi pada sagu (merroxylan sagu rottb) oleh sacharomyces cerivisiae rekombinan - Fairus Z. Babgei


Tugas Akhir/Skripsi Kimia
Disusun oleh: Fairus Z. Babgei
Universitas Airlangga
Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Pada penelitian ini telah dilakukan studi tentang proses sakarifikasi dan produksi bioetanol melalui fermentasi hidrolisat likuifaksi pati sagu oleh Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1 melangsungkan sakarifikasi dan menghasilkan bioetanol melalui fermentasi hidrolisat likuifaksi pati sagu. Penelitian diawali dengan pembuatan pati sagu yang diperoleh dari pasar tradisional telah lulus uji mikroskopik. Kemudian dilakukan likuifaksi pati sagu dengan konsentrasi pati 20% b/v menggunakan enzim α-amilase dengan konsentrasi enzim 0,04% v/b, dari proses likuifaksi diperoleh hidrolisat likuifaksi dengan DE 98,27. Hidrolisat likuifaksi selanjutnya difermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1. Adanya sakarifikasi oleh Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1 dapat diamati dari kenaikan glukosa pada kurva perubahan glukosa selama proses fermentasi yang menunjukkan adanya aktivitas glukoamilase. Fermentasi hidrolisat likuifaksi serbuk singkong dengan DE 98.27 oleh Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1 tidak dihasilkan bioetanol. Hal ini diduga karena DE 98,27 melampaui batas toleransi Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1 untuk menghasilkan bioetanol.
Read more

Penggunaan ekstrak zat warna buah murbei (morus alba L) sebagai indikator alami untuk tirasi asam-basa - Diana Ekowati


Tugas Akhir/Skripsi Kimia
Disusun oleh: Diana Ekowati
Universitas Airlangga
Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi terhadap zat warna buah murbei untuk diaplikasikan sebagai indikator alami dalam metode volumetri titrasi asam-basa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kestabilan ekstrak zat warna buah murbei terhadap lama penyimpanan dengan dan tanpa adanya cahaya, mengetahui harga pKInd, menentukan trayek pH, serta mengaplikasikannya sebagai indikator untuk titrasi asam-basa. Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Antosianin, zat warna buah murbei diekstrak dengan delapan macam pelarut yaitu akuades, akuades panas, akuades-etanol (1:4; 2:3; 1:1; 3:2; dan 4:1) dan etanol. Pelarut dengan absorbansi terbesar digunakan dalam ekstraksi selanjutnya. Kestabilan ekstrak terhadap lama penyimpanan dengan cahaya dan tanpa cahaya diukur pada λmaksnya selama 24 jam. Nilai pKind didapat dari kurva hubungan antara pH dengan absorbansi. Trayek pH dan aplikasinya ditentukan berdasarkan nilai pKind. Pelarut akuades memberikan absorbansi terbesar pada λmaks 394 nm. Kestabilan ekstrak terhadap lama penyimpanan tanpa cahaya relatif stabil selama 8 jam dan dengan cahaya stabil selama 4 jam. Nilai pKind terletak pada pH 3,15 dan 9,1 dengan trayek pH 2,15-4,15 dan 8,1-10,1. Aplikasi penggunaan ekstrak zat warna buah murbei sebagai indikator asam-basa memberikan hasil yang hampir sama dengan indikator fenolftalein. Titrasi yang dilakukan merupakan titrasi antara asam lemah (CH3COOH) dan basa kuat (NaOH) dengan perubahan warna dari merah muda ke hijau.
Read more

Pemanfaatan senyawa bioaktif dari akar alang-alang (imperata cylindrica) sebagai bahan antioksidan - St Khaerunnisa


Tugas Akhir/Skripsi Kimia
Disusun oleh: St Khaerunnisa
Universitas Airlangga
Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan salah satu tanaman famili Gramineae.  Berdasarkan studi literatur, akar tumbuhan ini memiliki banyak aktivitas biologis. Senyawa fenolik seperti flavonoid, oligostilbenoid, asam fenolat dan sebagainya banyak menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa flavonoid dari akar alang-alang serta pemanfaatannya sebagai antioksidan. Isolasi senyawa flavonoid dilakukan menggunakan metode maserasi dengan metanol pada suhu kamar, kemudian dipartisi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat. Selanjutnya dilakukan pemisahan ekstrak etil asetat menggunakan metode kromatografi kolom gravitasi sampai diperoleh senyawa satu noda. Senyawa murni hasil isolasi berupa serbuk berwarna kuning. Penentuan struktur molekul senyawa hasil isolasi dilakukan berdasarkan spektroskopi 1H-NMR dan 13C-NMR. Hasil analisis spektrum menunjukkan senyawa hasil isolasi termasuk golongan flavonoid yang memiliki nama 7,3’,5’-trimetoksiflavonol. Uji aktivitas antioksidan dilakukan pada ekstrak etil asetat menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Dari hasil perhitungan diketahui bahwa ekstrak etil asetat akar alang-alang menunjukan aktivitas sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 212,21 ppm.
Read more

Isolasi dan penentuan struktur molekul senyawa alkaloid dari kulit batang erythrina fusca serta uji aktivitas antimalaria secara in vitro - Laeli Zelfi


Tugas Akhir/Skripsi Kimia
Disusun oleh: Laeli Zelfi
Universitas Airlangga
Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur senyawa alkaloid yang terdapat pada kulit batang Erythrina fusca dan menentukan aktivitasnya sebagai antimalaria terhadap Plasmodium falciparum. Ekstraksi senyawa alkaloid dilakukan dengan maserasi pada suhu kamar menggunakan pelarut diklorometan pada suasana basa. Pemisahan ekstrak diklorometan dilakukan dengan kromatografi kolom dan dipantau hasil pemisahannya dengan kromatografi lapis tipis. Identifikasi senyawa dilakukan dengan metode spektroskopi UV, IR, 1H – NMR, 13C – NMR, COSY, HMBC dan HSQC menunjukkan bahwa senyawa hasil isolasi adalah senyawa alkaloid golongan piperidin. Senyawa tersebut adalah N-hidroksi-3,4,4,5-tetrametil piperidin, N-hidroksi-3,4, 5-trimetil piperidin dan N-hidroksi-2,3,4-trimetil piperidin.

Uji aktivitas antimalaria dilakukan pada Plasmodium falciparum secara in vitro pada bentuk ring menunjukkan bahwa ketiga senyawa memiliki aktivitas antimalaria dengan IC50 sebesar 3,04 μg/ml (senyawa 1), 19,09 μg/ml (senyawa 2) dan 2,79 μg/ml (senyawa 3).
Read more